Istilah statistika berasal dari istilah-istilah Bahasa Latin statisticum collegiums (dewan negara), Bahasa Italia statista (negarawan/politikus), dan Bahasa Inggris state (negara). Pada awalnya kata statistik diartikan sebagai keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh negara dan berguna bagi negara. Perkembangan lebih lanjut menunjukkan bahwa statistik merupakan suatu kumpulan angka-angka, data, atau informasi.
Penggunaan statistika sudah dikenal sebelum abad 18, pada saat itu negara-negara seperti Babilonia, Mesir, dan Roma mengeluarkan catatan tentang nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan , dan jumlah anggota keluarga. Kemudian pada tahun 1500, pemerintah Inggris mengeluarkan catatan mingguan tentang kematian, dan pada tahun 1662 dikembangkan catatan tentang kelahiran dan kematian. Pada tahun 1772-1791, G Achenwall menggunakan istilah statistika sebagai kumpulan data tentang Negara. Pada tahun 1791-1799, Dr.E.A.W Zimmesuman mengenalkan statistika dalam bukunya Statistical Account of Scotland, dan tahun 1981-1935, R.Fisher mengenalkan analis varians dalam literature statistiknya.
Di Indonesia Pengantar statistika telah dicantumkan dalam kurikulum matematika Sekolah Dasar sejak tahun 1975. Hal itu disebabkan karena di sekitar lingkungan kita berada selalu berkaitan dengan statistik. Statistika sendiri sudah diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu seperti astronomi, biologi, sosiologi, psikologi, maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan, seperti sensus penduduk, prosedur jajak pendapat atau polling, dan jajak cepat atau quick count. Di bidang komputasi statistika dapat diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar