Rabu, 27 Juli 2011

Sang Kakek

Dia tuli dan bisu,
Namun hatinya masih mampu mendengar dan berbicara dg lantang
Tidak seperti teroris yg tuli akan bom
Dan koruptor yg bisu akan suap

Tuhan….
Kenapa dunia begitu kejam padanya,
Dulu beliau terlihat tua dan sekarang terlihat rapuh
Bahkan pandangannya pun mulai keruh termakan usia
Tangannya tidak pernah berhenti mencari sesuap nasi
Walau harus berjalan berpuluh-puluh kilometer,
Beliau tetap jalin silaturahmi

Tak jarang di jalan menggoda anak kecil
Dg leluconnya yg serupa pantomim
Ya, pantomim karena keterbatasannya

Kakek tua…
Ajari kami cara ikhlasmu
Yg selalu menyungging senyum dalam keadaan apapun,
Ajari kami cara dermawanmu
Yg selalu memberi dalam keadaan apapun,
Ajari kami cara bahagiamu,
Ajari negeri ini tentang semua itu

#
Kami biasa memanggilnya mbah Waris, terakhir berkunjung ke rumah tanggal 20 juli kamarin. Beliau sudah aku kenal sejak kecil sampai sekarang usiaku menginjak 20 tahun. Beliau mendatangi rumah demi rumah untuk mendapatkan pekerjaan apapun asal halal untuk menafkahi keluarganya, biasanya membantu mengisi air atau sekedar menyapu halaman. Jika menjumpai anak-anak di jalan pasti beliau sapa dan kejailannya selalu ada, terkadang anak-anak kecil itu diajak bersalaman sambil ujung jarinya menggelitik bagian telapak tangan, terkadang di sela-sela perjalanannya beliau menceritakan apa saja yang sedari tadi dilaluinya dengan bahasa isyarat. Di masa aku kecil pun beliau sudah terlihat tua, yang tidak berubah adalah caranya tertawa serta penampilannya yang kemana-mana membawa karung yang entah isinya apa. Sayangnya sekarang sudah jarang menggoda anak-anak lagi, bahkan untuk berjalanpun harus dibantu dengan tongkat serta penglihatannya sudah mulai kabur. Tapi dengan keterbatasannya beliau mampu menghidupkan pelita dalam kegelapan.

Tidak ada komentar: